Rabu, 16 Desember 2015

Antara Usaha dan Percaya

Hari ini,aku medapat pemahaman baru mengenai "usaha" dan "rasa yakin/percaya"


Bahwa,apa yang ku lakukan selama ini telah menyimpang dari hakikat yang sebenarnya.
Apa yang ku yakini ternyata hanyalah sebuah ekspetasi belaka,dan berbanding terbalik dengan realita.



Aku terlalu yakin semuanya bisa ku lewati dengan baik-baik saja. Meski ada hambatan,aku tetap bisa melewatinya.
Aku terlalu yakin bahwa usaha yang telah ku lakukan sejauh ini sudah cukup baik.
Aku terlalu yakin bahwa mereka akan menolongku, nanti
Aku terlalu yakin bahwa Allah SWT akan membantuku nanti..
Parahnya lagi, aku juga terlalu yakin dengan kemampuanku sendiri...

Aku berasumsi bahwa akulah yang terbaik...
Aku terlalu meremehkan mereka,menganggap bahwa aku yang lebih pantas diposisi itu,menganggap bahwa usahaku lebih jauh besar dari usaha mereka,menganggap remeh kemampuan mereka,
ah betapa bodohnya aku disaat itu!

Entah lupa diri atau terlanjur terlena dengan nafsu dunia,aku lupa bahwa masih ada Allah SWT yang lebih berhak diatas ketentuan-ketentuan itu.
Aku lupa,bahwa Allah SWT lah yang menentukan pantas atau tidaknya aku berada di tempat itu,bukan manusia hina seperti diriku ini. Yang dengan seenaknya menilai orang tanpa mau melihat lebih dalam lagi.

Siapalah aku?
Hanya manusia sombong yang terlalu percaya dengan kemampuannya,terlalu yakin akan usahanya.Cuih! Ingin rasanya diri ini ku maki habis-habisan. Tapi,aku tau,cara itu bukanlah cara efektif untuk menyelesaikan masalah.


sumber gambar: www.kabarmuslimah.com

Aku tak percaya lagi akan teori percaya diri dan segala macam bentuk hipotesanya.
Sebenarnya,aku juga tak bisa menyalahkan teori itu. Namun,rasa percaya diri yang melewati ambang batas tentu akan berakibat fatal. Rasa percaya diri yang berlebihan akan membuatmu memelihara sifat ujub,yaitu sifat yang mengagumi diri sendiri,merasa bahwa kita memiliki kelebihan yang tidak orang lain punya. Betapa tidak tau dirinya kita pada masa itu.Terlalu berlebihan menilai diri sendiri. Hey,memangnya kau siapa?

Aku tau,setiap insan pasti akan berusaha untuk menjadi yang terbaik. Namun,apalah sebuah arti usaha bila hanya untuk pengakuan sosial semata? Apalah arti usaha bila hanya berupa pelampiasan akan ekspetasi yang belum tercapai? Apalah arti usaha bila hanya untuk menjatuhkan orang lain? Berlomba-lomba menjadi yang terbaik dengan cara menyakiti orang lain? 

"Hey,bung! Ini bukan ajang kompetisi,juga bukan ajang mencari siapa yang hebat,tapi ini adalah ajang untuk kau mengenal ilmu,mengais ilmu,menemukan ilmu,mempelajarinya dan menerapkan ilmu itu demi kemaslahatan bersama".

Ada kutipan yang mengatakan bahwa,"Majulah,tanpa menyingkirkan orang lain. Naiklah tanpa menjatuhkan orang lain. Dan berbahagialah tanpa menyakiti orang lain". Seperti itu juga prinsip usaha menurutku saat ini. 




Usaha itu tak bisa hanya dilihat sekali. Tak bisa bila hanya ditengok ala kadarnya saja. Tak bisa bila hanya dinilai dalam kurun waktu 1-2tahun. Usaha itu kita yang merasakan. Usaha itu kita yang menentukan. Apakah usaha itu harus berpeluh keringat? Atau usaha itu harus memaksa otak untuk memikirkan hal-hal diluar logika? Menurutku,itulah makna dari usaha..






Palembang,17 Desember 2015.



0 komentar: